Skip to main content
Image
ustadz ahmad sarwat

Layanan Biro Jasa Menurut Syariat Islam

Body

Bagaimana hukumnya menggunakan layanan biro jasa untuk mengurus paspor menurut ajaran agama Islam? Pertanyaan semacam ini mungkin pernah juga terbersit dalam benak Anda bukan?

Nah, karena kami bukan ahli agama Islam, maka bukan kami sendiri yang akan  menjawab pertanyaan itu. Sebagai jawabannya, mari simak penjelasan Ustadz Ahmad Sarwat Lc, MA yang kami kutip dari rumahfiqih.com berikut ini:

Hukum Syariah

Kita harus proporsional dan objektif dalam memandang masalah ini. Biro Jasa Paspor tentu tidak semuanya baik, tapi juga tidak semua tidak baik. Kita harus kembalikan dulu kepada bentuk nyata yang dilakukan.

1. Biro Jasa Yang Baik

Ada biro jasa yang bisa kita golongkan sebagai biro jasa yang baik. Contohnya adalah biro jasa perjalanan (travel agent), yang sangat berperan dalam mengatur perjalanan, baik perjalanan wisata atau pun ibadah.

Kalau kita cermati, apa yang dilakukan oleh biro perjalanan ini, khususnya pada jasa pengurusan dokumen, tentu sangat besar perannya, terutama dalam menghadapi birokrasi yang tidak baik.

Bayangkan kalau untuk sekedar bikin passport yang secara teknis seharusnya bisa dikerjakan dalam hitungan menit, ternyata lewat prosedur resmi masih harus menunggu 8-10 hari kerja.

Adik saya cerita sewaktu bikin passport sendiri, bahwa dirinya harus datang bolak-balik ke kantor imigrasi minimal empat kali. Dan harus menunggu antrian empat kali. Dan baru selesai setelah delapan hari kerja.

Sedangkan lewat biro jasa kenalan, saya bikin passport hanya butuh sekali datang untuk foto, sidik jari dan tanda tangan, total dengan antrinya hanya butuh 2 jam saja. Sorenya, passport langsung diantar ke rumah dan selesai.

Apakah kedua jenis passport itu berbeda? Tidak ada bedanya, karena kedua passport itu sama-sama asli dan sama-sama resmi. Yang membedakan hanya harganya saja, di mana saya harus memberi uang jasa kepada biro jasa itu, di luar harga resmi.

Memang buat sebagian orang, harga tidak jadi masalah, asalkan bisa diselesaikan dengan cepat, karena kebutuhan mobilitas yang tinggi. Tetapi buat kebanyakan khalayak, urusan harga biro jasa memang justru masih jadi masalah.

Memang idealnya, negara memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya, karena pelayanan itu hak masyarakat karena sudah membayar pajak. Seharusnya bikin passport itu cuma butuh 1-2 jam saja, berlaku untuk semua orang dengan biaya yang serendah-rendahnya. Demikian juga dengan semua surat lainnya, seperti SIM, STNK, dan lainnya.

Namun apa boleh buat, kita masih harus dipaksa berbagi rejeki dengan biro jasa. Lalu uang jasa untuk biro jasa itu adalah imbalan untuk memenuhi semua persyaratan administrasi, mulai dari antri beli formulir hingga mengurus tetak bengek ke sana ke mari.

Kalau dikerjakan oleh mereka yang sudah biasa melakukannya, bisa cepat dan lancar. Sedangkan kalau dikerjakan oleh orang awam, tentu akan sangat menyita waktu dan tenaga.

Misalnya, dari pada repot membayar perjanjangan STNK, dimana waktu kita akan habis seharian di kantor polisi, belum lagi nanti tertipu calo nakal, maka akan lebih nyaman bila dikerjakan oleh orang yang sudah biasa melakukannya. Dan wajar untuk jasanya itu kita beri dia upah yang cukup.

Asalkan orang-orang yang ada di dalam biro jasa memang bekerja sesuai dengan prosedur yang benar, tidak dengan jalan menyuap atau melanggar aturan resmi, tidak dengan menipu atau mengambil harta yang tidak halal, tentunya jasa itu baik sekali. Karena memberikan kemudahan buat mereka yang sibuk, atau tidak punya pengetahuan.

2. Biro Jasa Yang Tidak Baik

Namun ada juga biro jasa yang nakal dan curang. Ada 1001 modus yang bisa dijalankan untuk bisa mengambil keuntungan dengan tidak sehat. Dikatakan tidak baik, karena kesulitan itu sengaja diciptakan, tentunya dengan bekerjasama dengan aparat atau istilahnya 'orang dalam'.

Contohnya calo tiket yang memborong tiket hingga ludes dan orang-orang tidak kebagian. Tiba-tiba di tengah kebingungan calon penumpang, muncul banyak orang yang menawarkan tiket 'catutan'. Tentu harganya sangat tinggi, tetapi karena terpaksa, akhirnya orang pun tetap membeli juga.

Memberantas calo seperti ini bukan urusan gampang, karena biasanya melibatkan banyak orang dalam juga. Kecuali managemennya dirombak ulang, biasanya pemberantasan calo-calo tiket seperti ini cuma hangat-hangat tahi ayam.

Intinya saya bukan memberikan angin segar kepada biro jasa, tetapi jangan salahkan masyarakat kalau masih merasa butuh biro jasa. Sebab birokrasi pelayanan masyarakat yang seharusnya bisa mudah, cepat, nyaman, jelas dan murah, ternyata tetap masih menjadi mimpi.

Begitulah pandangan pak Ustadz Ahmad Sarwat Lc, MA tentang bagaimana hukumnya menggunakan bantuan biro jasa untuk mengurus paspor menurut syari'at Islam. Jadi jelas mengurus paspor melalui biro jasa itu hukumnya tidak haram ya bapak/ibu.

Nah, buat bapak/ibu yang mau membuat paspor, mengganti paspor yang rusak atau hilang, tapi tidak punya waktu luang atau tidak berani mengurusnya sendiri. Silahkan bapak/ibu tidak usah ragu untuk menghubungi kami. Kami bukan calo paspor yang tidak jelas kredibilitasnya.

Jika bapak/ibu ingin berkonsultasi secara langsung, silahkan datang saja ke kantor kami yang berlokasi di Jl. Pademangan I Gg VI No 29, Jakarta Utara. Bapak/ibu bisa menuju ke lokasi kantor kami dengan mengikuti petunjuk pada aplikasi Google Map, di bawah ini

Kami siap melayani:

About

Body

Amanah Legal Express siap melayani jasa pengurusan paspor baru, revisi data paspor, penggantian paspor rusak, paspor hilang, habis halaman atau habis masa berlakunya dengan tarif wajar dan terjangkau tanpa biaya tersembunyi. 
Short URL > bit.ly/birojasapaspor